Paushoki, juga dikenal sebagai Poush Sankranti atau Makar Sankranti, adalah festival tradisional Hindu yang dirayakan di India dan Nepal. Hari ini jatuh pada tanggal 14 Januari setiap tahun, menandai berakhirnya titik balik matahari musim dingin dan dimulainya hari-hari yang lebih panjang. Festival ini didedikasikan untuk Dewa Matahari dan dirayakan dengan penuh antusiasme dan semangat.
Sejarah perayaan Paushoki dimulai pada zaman kuno ketika diyakini bahwa Dewa Matahari memulai perjalanannya ke utara, mengakhiri bulan-bulan musim dingin dan memulai musim panen. Ini adalah saat ketika orang-orang mengungkapkan rasa syukur mereka kepada Dewa Matahari karena telah memberi mereka kehangatan dan cahaya, yang penting untuk pertumbuhan tanaman dan kelangsungan hidup.
Salah satu aspek terpenting dari perayaan Paushoki adalah ritual berenang di sungai suci seperti Gangga, Yamuna, dan Godavari. Para penyembah percaya bahwa tindakan penyucian ini menghapus dosa-dosa mereka dan membawa mereka lebih dekat kepada Tuhan. Mereka juga memanjatkan doa dan mempersembahkan buah-buahan, manisan, dan bunga kepada Dewa Matahari, memohon berkahnya agar panen melimpah dan kemakmuran di tahun mendatang.
Tradisi penting lainnya yang terkait dengan Paushoki adalah menerbangkan layang-layang. Dipercaya bahwa menerbangkan layang-layang selama festival ini melambangkan pemotongan energi negatif dan menyambut getaran positif ke dalam hidup seseorang. Langit dipenuhi layang-layang warna-warni dengan berbagai bentuk dan ukuran, menciptakan suasana semarak dan meriah.
Makanan juga memainkan peran penting dalam perayaan Paushoki. Orang-orang menyiapkan hidangan tradisional seperti til-gud laddoos (wijen dan manisan jaggery), khichdi (campuran nasi dan lentil), dan berbagai makanan lezat lainnya yang terbuat dari tanaman yang baru dipanen. Hidangan ini dibagikan kepada keluarga dan teman sebagai simbol persatuan dan kebersamaan.
Secara keseluruhan, Paushoki adalah festival yang merayakan kekayaan warisan budaya dan tradisi India. Hal ini menyatukan orang-orang dalam semangat kegembiraan dan persahabatan, mengingatkan mereka akan pentingnya rasa syukur dan penghargaan atas berkah alam. Saat Dewa Matahari memulai perjalanannya menuju utara, Paushoki menandai dimulainya siklus kehidupan dan pertumbuhan baru, melambangkan harapan dan pembaruan untuk masa depan.
